Saturday, January 30, 2010

Prayer and Sin

Dalam bahasa Indo, yaitu Doa dan Dosa. Dua hal yang berbeda namun ada hubungannya dalam hidup sehari-hari. Semakin sering kita berdoa maka semakin sedikit dosa yang ditimbulkan, dan sebaliknya semakin jarang kita berdoa semakin banyak dosa yang dilakukan. Ketika kita berdoa dengan hati yang sungguh-sungguh mencari wajahNya, kita akan berada di tahta kasih karuniaNya. Perlindungan, kekuatan, berkat, dan damai sejahtera akan menjadi milik kita saat kehidupan doa kita semakin ditingkatkan.

Semakin sering kita berdoa maka semakin sedikit dosa yang ditimbulkan, dan sebaliknya semakin jarang kita berdoa semakin banyak dosa yang dilakukan.

Orang yang jarang berdoa dapat dipastikan bahwa ia akan jatuh dalam dosa, cepat atau lambat. Ketika kita jarang berdoa, itu tandanya kita mulai mengandalkan kekuatan diri sendiri untuk menghadapi hidup ini. Mungkin awalnya masih lancar, namun seiring waktu berjalan maka kita akan semakin terpuruk keadaannya. Masalah emosi yang tidak terkendali, krisis di ekonomi-keluarga-karier seolah tidak ada jalan keluar, stress yang menjurus ke depresi, dan bahkan tindakan kriminal.

Ketika kita jarang berdoa, itu tandanya kita mulai mengandalkan kekuatan diri sendiri untuk menghadapi hidup ini.
 


Mengapa kehidupan doa sangat penting bahkan harus semakin ditingkatkan intensitasnya ? G akan coba menjelaskannya dengan sebuah ilustrasi sederhana. Anggap saja doa adalah sarana kita berbicara dengan Tuhan. Untuk mengenal seseorang maka diperlukan komunikasi yang sering dengan orang tersebut, barulah kita akan mengerti lebih dalam lagi mengenainya. Kita dapat saja memperoleh informasi dari orang lain atau sumber-sumber lain, namun akan lebih memuaskan saat kita dapat langsung berkenalan dan berbincang dengan orangnya secara langsung. Demikian juga hubungan kita dengan Tuhan, semakin sering kita berkomunikasi (doa) maka semakin kita dekat dan mengenalNya. Mustahil seorang Kristen mengaku mengenal Tuhannya jika ia jarang berdoa. Saat kita semakin dekat dan mengenal Tuhan, kita akan semakin mengerti pribadi dan karakterNya.

Mustahil seorang Kristen mengaku mengenal Tuhannya jika ia jarang berdoa.

Ketika kita berdoa, Tuhan pasti mendengar setiap doa yang kita panjatkan dan Ia pula yang akan menjawab setiap doa yang berkenan kepadaNya. Ada jalan keluar yang disediakanNya bagi setiap masalah kita. Jadi jelaslah kenapa banyak orang Kristen mengeluh bahwa Tuhan tidak menjawab doa mereka, bisa jadi karena mereka berdoa dengan sembarangan ataupun karena mereka jarang berdoa, mereka beranggapan bahwa doa cukuplah sekali saja karena Tuhan toh mendengarnya dan akan menjawabnya. Memang Tuhan pasti mendengar setiap doa yang dipanjatkan, namun Tuhan tidak akan menjawab doa yang dipanjatkan atas dasar motivasi keuntungan pribadi dan egois ataupun si pendoa kurang bersungguh-sungguh ketika berdoa.

Dengan sering berdoa, kita juga belajar untuk membangun sebuah pagar perlindungan dari godaan si jahat. Kita akan lebih peka terhadap suara Tuhan. Kuasa transformasi juga dapat terjadi melalui doa yang penuh kuasa.

Belajarlah untuk berdoa, tidak ada yang langsung ahli dalam berdoa. Bahkan sesungguhnya tidak seorang pun yang mampu berdoa jika bukan karena tuntunan Roh Kudus.


Belajarlah untuk berdoa, tidak ada yang langsung ahli dalam berdoa. Bahkan sesungguhnya tidak seorang pun yang mampu berdoa jika bukan karena tuntunan Roh Kudus. Bangunlah kehidupan doamu mulai hari ini dan terus pererat hubunganmu dengan Tuhan. Doamu adalah salah satu kunci hidup berkemenangan dari setiap dosa dan godaan iblis.
 


GBU

Tentara Telanjang


Setiap tentara yang akan berperang wajib mengenakan berbagai perlengkapan bertahan seperti baju khusus, rompi anti peluru, pelindung kepala, bahkan sepatunya juga khusus. Tentara tersebut juga pastinya harus memperlengkapi dirinya sendiri dengan senjata, apakah itu senapan, pisau khusus tentara, dan peralatan lainnya yang mendukung misinya. Semua peralatan untuk bertahan maupun menyerang tersebut diperlukan untuk menjaga keselamatan nyawa sang tentara sehingga dapat menyelesaikan misinya dengan sukses. Namun pernahkah Anda membayangkan gimana jadinya bila seorang tentara menanggalkan semua perlengkapannya tersebut dan nekad maju ke medan pertempuran dengan bermodalkan pakaian seadanya ? Tentu saja jika hal ini beneran terjadi, kemungkinan besar sang tentara tidak akan mampu bertahan lama dan misinya pun gagal ketika ia mati atau disandera musuhnya.

Begitu pula dengan kita sebagai orang percaya, haruslah memiliki perlengkapan perang yang lengkap layaknya tentara. Dalam Efesus 6 : 10-17, Paulus menuliskan kepada jemaat di Efesus untuk mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Dimulai dari ketopong/pelindung kepala, baju zirah, perisai, pedang, ikat pinggang, dan kasut/sepatu. Jadi perlengkapan senjata Allah itu melindungi dari atas kepala hingga ke kaki.
inilah gambaran perlengkapan seorang tentara yang dituliskan dalam Efesus 6 : 10-17. Ini adalah gambaran dari tentara Romawi kuno karena pada masa itu bangsa Israel ada di bawah kuasa pemerintahan Kerajaan Romawi.


Kenapa harus mengenakan perlengkapan senjata Allah ? Kenapa bukan perlengkapan senjata fisik seperti yang dikenakan tentara asli di dunia nyata. Jawabannya terdapat di ayat 12, yaitu karena lawan kita bukanlah pribadi yang berwujud/memiliki darah dan daging, namun melawan iblis dan roh-roh jahat di udara yang pastinya tidak memiliki wujud nyata seperti makhluk hidup. Lawan kita bukanlah pribadi yang bisa mati ditembak, ditikam, atau dibom. Bahkan ia tidak akan mati karena ia memang ditakdirkan untuk menghuni neraka selama-lamanya. Jadi sia-sialah jika berpikir bahwa iblis dapat dibunuh, terlebih lagi dengan senjata fisik.


Dengan perlengkapan senjata Allah, kita akan mampu berperang melawan iblis dan antek-anteknya. Pertanyaan penting yang mungkin ada di benak teman-teman adalah peperangan seperti apakah yang terjadi antara kita dengan iblis ? Jawabannya adalah peperangan itu terjadinya di pikiranmu. Pernahkah teman-teman merasakan adanya peperangan antara dua kubu di pikiranmu, yang satu membujukmu untuk melakukan sesuatu dan di kubu seberang menghalangimu untuk melakukannya ? Pasti pernah dong, nah itu lah medan pertempurannya, walau untuk detailnya teman-teman boleh baca lebih lengkap di buku karya Deerek Prince berjudul Peperangan Rohani, dalam bahasa Inggrisnya berjudul Spiritual Warfare. Cari aja di toko buku rohani yang bagus, pasti ada.

Suatu keganjilan yang g lihat pada masa sekarang adalah orang Kristen sudah seperti tentara telanjang. Mereka tidak mengenakan perlengkapan senjata Allah atau mungkin mereka mengenakannya namun tidak lengkap sehingga ada celah untuk diserang oleh si jahat, iblis. Orang Kristen yang demikian tidak mengalami kemenangan yang sempurna yang telah dijanjikan Tuhan kepada setiap kita. Masih sering jatuh bangun dalam dosa yang sama, menyimpan dosa, kepaitan dan menyalahkan Tuhan atas segala masalah hidup sepertinya sudah menjadi menu sehari-hari orang Kristen zaman sekarang. Argh!! g malu sekali karena g termasuk dalam kelompok di atas, masih banyak sekali celah buat iblis dalam hidup g. Kurang berjaga-jaga serta melonggarkan pertahanan sehingga mudah jatuh dalam dosa.
gambar tentara yang terluka ini g pakai untuk menggambarkan kondisi orang percaya yang tidak berperang dengan perlengkapan lengkap, mereka akan terluka bahkan "mati".


Namun g ngak mau mencari alasan ataupun pembenaran diri, g mau fokuskan hidup g buat bangkit dan maju lagi bersama Tuhan. Seberapa seringpun g jatuh, g mau belajar buat terus bangkit dan bangkit lagi. Tuhan tidak melihat seberapa seringnya engkau jatuh namun Ia melihat seberapa seringnya engkau mau bangkit dan berjalan lagi bersama Dia. Oleh karena kasih karuniaNya cukup untuk kita, maka dalam kelemahanku nyatalah kuasaNya.

Tuhan tidak melihat seberapa seringnya engkau jatuh namun Ia melihat seberapa seringnya engkau mau bangkit dan berjalan lagi bersama Dia.

Sebelum mengakhiri postingan g ini, g pengen membagikan sebuah pemahaman penting yaitu : Orang Kristen harus hidup dalam rendah hati dan lemah lembut seperti seorang murid, serta dalam sikap yang tegas dan militan layaknya seorang tentara. Menjadi murid berbicara tentang kita mau menerima dan belajar untuk mempraktekkan kebenaran, dan menjadi seorang tentara adalah mengenai sikap yang radikal, tidak kompromi dengan dosa dan sungguh-sungguh taat kepada otoritas (Allah, pemimpin di gereja-kantor-rumah-kampus-sekolah, dan otoritas lainnya yang dipercayakan Tuhan atas hidup kita). Jika hanya menjadi murid, maka pastinya kita tidak akan mampu hidup maksimal karena masih berkompromi dengan dosa dan kurangnya ketegasan dalam batasan-batasaan hidup. Sedangkan menjadi tentara tanpa menjadi murid adalah seperti seekor banteng liar yang agresif menyerang siapapun tanpa kejelasan penyebab dan tujuannya. Keduanya jika dipisahkan adalah sama berbahayanya.

Mulai sekarang yuk kita sama-sama belajar buat menjadi murid dan tentara Allah. Menjadi tentara haruslah berpakaian seperti seorang tentara, yaitu lengkap dengan semua perlengkapan perangnya. Jangan beri kesempatan kepada si jahat karena dia juga ngak pernah melepaskan kesempatan untuk menyerang kita kapanpun dimanapun dalam berbagai situasi dan kondisi.

GBU

Friday, January 29, 2010

Integritas

Integritas, sebuah kata yang memiliki makna yang lebih dalam sekedar "ketetapan hati yang teguh terhadap sesuatu yang dipercayai". Integritas dalam level lebih dalam berbicara tentang karakter diri. Bagaimanakah seseorang tetap mempertahankan prinsip dan kepercayaannya sekalipun ia sedang dalam keadaan terancam, tidak diuntungkan, dipojokkan, dan bahkan dalam situasi dimana tidak ada seorang pun yang melihatnya. Khusus untuk yang terakhir g sebutkan, yang saya maksudkan adalah keadaan dimana kita sedang sendiri di dalam kamar atau ruang pribadi, apakah sifat dan kelakuan kita masih sama dengan yang kita tunjukkan di depan orang-orang.

Tanpa integritas, seseorang tidaklah memiliki jati diri. Kenapa ? karena tanpa integritas, maka pastilah orang tersebut tidak memiliki suatu pegangan atau ketetapan dalam dirinya. Keadaan ini menghasilkan suatu karakter diri yang tidak mengkristalisasi dengan jelas sehingga orang tersebut akan tampak seperti memiliki kepribadian ganda. Di depan orang lain, ia dapat saja tampak suci dengan segala perkataan dan perbuatannya, namun di belakang semuanya dapat berubah 180 derajat.

Integritas adalah sesuatu yang bukan lahir dari pikiran, namun dari hati. Memang pikiran kita mengandung seluruh sumber informasi, kebiasaan, dan prinsip diri yang dapat digunakan untuk membentuk karakter diri seseorang. Namun semuanya itu hanya sebuah info yang tidak dapat terlaksana tanpa adanya peran serta hati. Begitu pula dengan integritas bekerja dari dalam hati untuk mengokohkan semua hal yang ada di pikiran.

Raja Daud berkata "Selidikilah hatiku, Tuhan" karena Daud percaya hanya Tuhan yang mengetahui isi hati setiap manusia. Bahkan Ia lebih tahu hati kita daripada kita sendiri. Untuk dapat memiliki integritas diri, seseorang harus belajar untuk berani menelanjangi hatinya di mata Tuhan, walaupun tanpa usaha kita Tuhan juga sudah mengetahuinya. Namun usaha kita menelanjangi hati kita akan memberi kita sebuah kesempatan untuk dapat mendengar apa kata Tuhan mengenai hati kita sehingga kita dapat mengetahui apakah hati kita lurus atau melenceng. Saat kita mengetahui "arah" hati kita maka kita akan mengetahui apakah kita adalah orang yang berintegritas atau hanya banyak bicara.

Hati yang telah ditelanjangi di depan Tuhan juga berarti kita menundukkan diri di bawah kaki Tuhan. Saat adanya penundukkan kepada Tuhan, akan terjadi kuasa transformasi di hati kita. Tuhan akan menyatakan kesalahan kita dan apabila kita mengambil tindakan untuk memperbaiki hati kita, maka benih integritas akan tertanam. Menyadari bahwa ada Tuhan yang selalu menerawang hati kita akan membuat kita memiliki rasa takut akan Allah sehingga kita tidak akan berani untuk berlaku curang, menipu atau memakai "topeng" di depan umum. Kita akan dibentuk menjadi pribadi yang berani memegang perkataan sendiri, bersifat dan berkelakuan sama ketika di depan umum maupun saat tidak ada orang yang melihat kita. Benih integritas memerlukan waktu untuk dapat bertunas dan bertumbuh, maka setialah dalam proses tersebut jika Anda ingin menjadi seorang yang dikenal karena integritas diri.
Benih integritas memerlukan waktu untuk dapat bertunas dan bertumbuh, maka setialah dalam proses tersebut jika Anda ingin menjadi seorang yang dikenal karena integritas diri.